NADIKABAR.COM — Pemerintah melaporkan realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp46 triliun sepanjang Januari-September 2026 dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 53.190 orang.

Capaian tersebut setara sekitar 67 persen dari target investasi KEK sepanjang 2026 sebesar Rp69,1 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, mengatakan, pengembangan KEK perlu terus diperkuat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

“KEK adalah instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen melalui investasi nyata, penyerapan tenaga kerja, dan peningkatan produktivitas kawasan,” ujar Airlangga.

Secara kumulatif, realisasi investasi di KEK hingga 30 September 2026 mencapai Rp382,1 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 302.262 orang.

Sementara itu, dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, periode triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026, realisasi investasi nasional tercatat sebesar Rp3.932 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 5,4 juta orang.