NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di wilayah tersebut berkomitmen menjadikan produk kerajinan lokal sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus sarana pelestarian budaya.
"Keberadaan Dekranasda Provinsi Jambi memiliki peran yang penting dalam mendorong pengembangan industri kerajinan daerah, melestarikan warisan budaya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin dan pelaku UMKM," kata Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani di Jambi, Kamis.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka rapat kerja daerah (Rakerda) Dekranasda Provinsi Jambi Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Jambi.
Ia menjelaskan bahwa Provinsi Jambi memiliki kekayaan seni, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas serta potensi ekonomi, seperti batik Jambi, tenun tradisional, anyaman, dan kerajinan berbasis bahan baku lokal lainnya.
Menurut dia, kerajinan daerah merupakan warisan budaya bernilai historis, estetika, dan ekonomi yang harus dijaga serta dikembangkan agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas daerah.
Pemerintah mencatat tren positif perekonomian Jambi, di mana laju pertumbuhan ekonomi daerah pada 2025 mencapai 4,93 persen, naik dari 4,50 persen pada 2024. Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh kontribusi industri kerajinan dan produk lokal.
"Harapannya kerajinan khas Jambi tidak hanya menjadi simbol kebanggaan budaya, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan para perajin," tutupnya.
Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hesnidar Haris menegaskan pentingnya posisi Dekranasda sebagai mitra nyata perajin dalam meningkatkan kapasitas, kreativitas, dan akses pasar.
"Dekranasda bukan sekadar wadah kerajinan tangan, melainkan benteng pelestarian budaya. Membatik, menganyam, menenun, dan mengukir adalah bagian dari budaya Indonesia yang harus kita lestarikan agar tidak punah," ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagai bentuk dukungan konkret, bantuan telah disalurkan kepada pelaku UMKM kriya dan kuliner. Setiap kabupaten/kota memperoleh alokasi bantuan untuk 10 UMKM yang terdiri atas lima UMKM kriya dan lima UMKM kuliner.
Selain penyaluran bantuan, Hesnidar juga mendorong sinergi antara sektor kriya dan pariwisata daerah. Ia berharap dinas terkait menyisipkan produk kriya lokal dalam setiap promosi pariwisata untuk menarik kunjungan wisatawan serta memperkuat perekonomian masyarakat.
Dalam rapat kerja daerah itu turut dilaksanakan penandatanganan kerja sama antara Dekranasda dan TP-PKK Provinsi Jambi dengan Balai Penelitian Vokasi dan Produktivitas Padang, serta penyerahan penghargaan Inacraft Awards 2026 dan Kriya Nusa.
"Kami berharap Dinas Pariwisata dapat menyisipkan produk kriya dalam setiap video atau promosi pariwisata pariwisata," katanya.