"Tersangka ADS alias DD membeli gas LPG ukuran 3 kilogram subsidi setelah terkumpul kemudian dibawa ke TKP untuk dipindahkan isinya ke dalam tabung gas isi 12 kilogram nonsubsidi dan 50 kilogram nonsubsidi dengan menggunakan regulator yang telah dimodifikasi," ungkap Djoko.
Dari tangan tersangka, polisi menyita 983 buah tabung gas 3 kg isi, 253 buah tabung gas 3 kg kosong, 42 buah tabung gas 50 kg isi, empat tabung gas 12 kg isi, satu tabung gas 12 kg kosong, serta sejumlah barang bukti lain turut diamankan.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis. Djoko menjelaskan ancaman hukumannya mencapai enam tahun penjara.
"Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dalam Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang sebagaimana dirubah lagi pada lampiran I nomor 158 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun," terang Djoko.
"Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen sebagaimana dirubah dalam lampiran I nomor 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana Dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun," pungkasnya.