"Kami mengajak adik-adik pelajar dan generasi muda untuk berpikir jernih dan tidak mudah terprovokasi. Jangan karena ajakan teman atau informasi di media sosial kemudian ikut dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan. Sampaikan pendapat dengan cara yang baik, bertanggung jawab dan tidak melakukan tindakan kekerasan," imbuhnya.
Menurut Abast, perlindungan terhadap anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan kepolisian memiliki peran untuk memastikan anak tetap berada dalam lingkungan yang aman.
"Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga, kita bimbing dan kita edukasi anak-anak kita. Jangan sampai karena ikut-ikutan atau terprovokasi, mereka justru menjadi korban ataupun terlibat dalam perbuatan yang dapat merugikan masa depan mereka," tutup polisi dengan 3 melati di pundaknya itu.