Dia menegaskan apabila di kemudian hari muncul persoalan, diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah bersama tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

β€œMasyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya, termasuk kabar provokatif yang berpotensi kembali memicu perselisihan. Seluruh elemen masyarakat diharapkan bersama-sama menjaga keamanan dan memberikan kesempatan bagi proses pemulihan sosial berlangsung dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Tolikara Willem Wandik mengatakan seluruh masyarakat untuk kembali mengingat ikatan persaudaraan dan nilai-nilai keimanan yang menjadi landasan kehidupan masyarakat Tolikara.

"Kita ini satu tubuh di dalam Kristus dan kita semua adalah keluarga. Kejadian ini merupakan sesuatu yang tidak kita inginkan dan menjadi musibah bagi kita bersama,” katanya.