Setelah minuman selesai diracik, barista menyerahkannya melalui jendela utama. Tangan barista pun menggunakan sarung tangan berbentuk cakar yang besar.

"Kalau pesanan sudah jadi, barista pakai selop tangan yang ada cakarnya. Jadi, dia tidak bersentuhan langsung dengan pelanggan," jelas Aris.

Sistem pembayaran juga dibuat unik. Pelanggan cukup memasukkan uang ke dalam kotak yang telah disediakan tanpa harus melakukan transaksi secara langsung dengan staf. Cara lainnya yaitu menggunakan QRIS.

Menurut Aris, konsep tak biasa tersebut membuat pelanggan penasaran. Pouli Coffee sendiri baru beroperasi sekitar empat bulan, yaitu sejak Mei 2026. Saat ini, layanan yang tersedia hanya take away.

Aris mengatakan belum ada rencana untuk menyediakan tempat menikmati kopi di lokasi. Selain keterbatasan ruang, kondisi lokasi kedai juga menjadi pertimbangan. Pada siang hari, area tersebut cukup panas. Sedangkan pada malam hari, area tersebut digunakan sebagai tempat parkir Zoi Bar.