NADIKABAR.COM — hidup dalam perut paus sperma jelas menjadi ide brutal dan sangat menjanjikan untuk memompa adrenalin penikmat film survival thriller, terlebih lagi saat materi dasarnya dari bestselling novel.

Di atas kertas, Whalefall memegang kartu as untuk meneror mental siapa pun yang fobia laut dalam dan ruang sempit. Sayangnya, film tersebut malah tersungkur gara-gara eksekusi cerita yang kaku.

Menit-menit awal dan totalitas pemeran utamanya sesungguhnya buat film ini patut diacungi jempol. Austin Abrams kembali membuktikan kapasitasnya sebagai 'scream king' yang mumpuni setelah aksinya di Resident Evil.

Ia jelas menjadi tulang punggung film ini dengan tampil mendominasi layar dan nyaris sendirian berinteraksi dengan set interior perut paus yang dibangun dari nol. Abrams mempertontonkan totalitasnya yang gila.

Meski mulutnya tersumbat regulator selam hingga tak bisa berbicara jelas, Abrams sanggup menyampaikan spektrum emosi yang begitu autentik hanya lewat tatapan mata serta erangan.

Secara teknis, Whalefall juga paham betul cara menyedot penonton masuk ke dunianya. Efek visual, tata suara, sampai komposisi musik jelas bekerja ekstra keras.

Sinematografi dan desain produksi Whalefall tergolong apik dalam membayangkan lanskap dasar samudra hingga anatomi lambung atau usus paus yang berisi cumi-cumi, sampah, dan air.