Ambisi toksik seorang ayah yang memaksa anak laki-lakinya tumbuh tangguh dieksekusi dengan amat hidup melalui interaksi Brolin dan Abrams setelah keduanya sama-sama membintangi Weapons.
Patahan emosi dan matinya urat komunikasi bapak bersama anak laki-lakinya ini, ironisnya, memukul mental penonton jauh lebih telak ketimbang horor terkurung di dalam lambung binatang laut.
Kegilaan emosional dari drama keluarga itu pun meledak di babak ketiga. Menipisnya pasokan oksigen membuat simbolisme sang paus melebur liar dengan halusinasi Jay.
Buat sebagian orang, visualisasi seperti itu mungkin terasa seperti too much. Bagi yang lain, rasa kepalang tanggung hampir ending membuat situasi tersebut sebagai pelengkap kekacauan bagi sang karakter utama.
Pada akhirnya, Whalefall bukan tontonan yang sepenuhnya mengecewakan. Film ini masih bisa menghibur lewat sisipan-sisipan humor saat Jay sedang berjuang bertahan hidup dan coba keluar dari perut paus.
Bagi penikmat survival thriller yang sekadar ingin menyaksikan perjuangan brutal keluar dari tubuh paus, film ini juga masih menyajikan deretan adegan menjijikkan yang seru untuk dinikmati di layar lebar, terlebih jika disaksikan dalam format 4DX dengan keseluruhan sistemnya beroperasi sempurna sehingga bisa menghadirkan keseruan sendiri.