Di beberapa bagian, teknik pengambilan gambar sinematografer Aaron Morton berhasil membelokkan film ini menjadi tontonan body horror yang cukup bikin ngilu bagi penonton.
Sayangnya, fondasi teknis dan visual yang memanjakan mata itu hancur ditimpa pemetaan anatomi yang berantakan.
Penonton kerap dibuat bingung memahami posisi spesifik Jay di dalam organ tubuh sang mamalia laut, selain menyaksikan sang karakter utama bergulat konyol melawan cumi-cumi, dan menghindari gas metana di saluran pencernaan.
Tak hanya itu, Brian Duffield di kursi sutradara sekaligus penulis naskah bersama Daniel Kraus kentara kurang memaksimalkan potensi kengerian dari Whalefall dalam medium visual.
Alih-alih mengeksplorasi ketakutan terhadap kegelapan lautan lepas yang sempat terekam epik di awal, Duffield justru terjebak mendaur ulang siksaan ruang sempit yang lama-kelamaan terasa menjemukan.
Jay jadi terasa hanya seperti terlempar dari satu ruang berlendir ke ruang lainnya yang dijahit secara paksa tanpa pemikiran matang untuk menjaga keterikatan penonton.
Durasi yang ada dipakai habis-habisan untuk menguliti trauma keluarga. Josh Brolin berhasil merangsek masuk menyeret ego sebagai bapak berwatak keras.