NADIKABAR.COM — Kekurangan guru Agama Hindu masih terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali. Kondisi tersebut membuat wali kelas harus merangkap mengajar mata pelajaran Agama Hindu.

Kondisi ini mendapat perhatian PC KMHDI Buleleng melalui program KMHDI Mengajar. Organisasi mahasiswa tersebut menerjunkan mahasiswa berlatar belakang Pendidikan Agama Hindu untuk membantu proses pembelajaran di SDN 4 Panji sekitar 1 hingga 1,5 jam setiap minggu.

Ketua PC KMHDI Buleleng, Komang Dia Damayanti, mengatakan kekurangan guru Agama Hindu menjadi persoalan yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, ketersediaan tenaga pendidik harus menjadi prioritas jika ingin mendorong kemajuan pendidikan.

"Kalau kita berbicara tentang kemajuan pendidikan, ketersediaan tenaga pendidik harus menjadi prioritas utama," ujarnya, Sabtu (5/9/2026).

Dia mengatakan kondisi kekurangan guru Agama Hindu membuat wali kelas harus mengambil alih pembelajaran agama dari kelas 1 hingga kelas 6. Hal tersebut dinilai dapat menambah beban guru yang sudah memiliki tanggung jawab mengajar mata pelajaran lainnya.