NADIKABAR.COM — Ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling banyak beredar di pasaran. Salah satu faktor yang membuat ayam terkenal adalah harganya yang tidak setinggi daging sapi atau unggas lain.
Kebutuhannya mulai meningkat sejak berakhirnya Perang Dunia II. Peternakan ayam milik keluarga yang berskala kecil berubah menjadi perusahaan industri besar.
Di Amerika Serikat (AS), ayam menduduki puncak protein paling laris, di mana menyumbang lebih dari 40 persen untuk seluruh daging yang dikonsumsi di negara tersebut. Berdasarkan US Department of Agriculture (USDA), kini warga AS rata-rata mengonsumsi ayam hampir tiga kali lebih banyak per orang dibandingkan dengan konsumsi pada 1965 silam.
Studi di Alberta University, Amerika Serikat, mengungkapkan adanya perubahan ukuran tubuh ayam. Dahulu ayam identik dengan hewan kecil yang lincah, tetapi seiring dengan permintaannya yang terus meningkat, ukurannya juga turut berubah.
Peneliti membandingkan sampel garis keturunan ayam yang tidak berubah melalui pembiakan selektif sejak 1957 dengan sampel ayam broiler modern 2005. Hasilnya, di usia 56 hari, ayam dari 1957 rata-rata hanya berbobot 905 gram, sedangkan ayam dari 2005 memiliki berat rata-rata 4,202 gram dengan kondisi pakan yang sama.
Masih berdasarkan studi yang sama, perubahan yang sangat signifikan ini diungkapkan bukan karena alasan hormon atau obat-obatan. Peneliti menjelaskan hal ini lebih dipengaruhi oleh seleksi genetik dan kekuatan pasar.