Seiring dengan meroketnya permintaan pasar terhadap kebutuhan ayam, ilmuwan kemudian berlomba-lomba untuk memilih sifat-sifat tertentu dari ayam yang dapat meningkatkan keunggulan ayam yang dikembangbiakkan.

Pada akhir 1940-an, seleksi terhadap sifat-sifat ayam ini semakin intensif. Para peternak pun berlomba-lomba menghasilkan dua jenis ayam yaitu petelur dan pedaging, yang paling sempurna.

Ayam petelur merupakan jenis ayam yang dipelihara untuk menghasilkan telur dalam jumlah besar. Sedangkan, ayam pedaging merupakan jenis ayam yang gemuk berdaging dan utamanya dikonsumsi dagingnya.

The Great Atlantic & Pacific Tea Company atau lebih dikenal dengan A&P bersama dengan USDA mendukung program pembiakan ayam secara nasional dan menyediakan total hadiah uang 10.000 USD pada 1940-an.

Pada 1948, 5.000 USD diberikan kepada ayam hasil persilangan Cornish-New Hampshire milik Charles Vantress. Ayam lainnya adalah Arbor Acres White Plymouth Rocks milik Henry Saglio, yang menjadi peserta ras murni terkemuka dan menempati posisi kedua secara keseluruhan.

Kedua ayam ini kemudian dikawinkan dan menghasilkan jenis Arbor Acre, yang hingga saat ini menjadi standar bagi seluruh jenis ayam yang beredar di pasaran.