Program ini diinisiasi karena adanya kekhawatiran suplai ayam tidak mencukupi permintaan yang meroket. Pada akhirnya, ayam yang tadinya membutuhkan waktu 70 hari hingga siap dipasarkan, kini hanya membutuhkan waktu 47 hari hingga dipasarkan.
Meski diberi makanan dengan jenis yang sama, ayam broiler modern bahkan dapat dipasarkan dalam kurun waktu 35 hari dari sejak menetasnya atau sama dengan setengah waktu dari ayam yang berkembang pada 1948 lalu.
Meski dapat berkembang hingga empat kali lebih besar, ayam broiler modern memiliki beberapa masalah kesehatan yang fatal. Di antaranya adalah kaki yang lemah, penyakit jantung, hingga masalah pernapasan.
Selain faktor kesehatan fisik, lingkungan sekitar juga berkontribusi menekan ayam. Hidup di peternakan yang intensif untuk menghasilkan daging ayam yang sangat murah dan melimpah, membuat ayam merasa stres. Hal ini kemudian dapat menuntun ayam mengalami penurunan produktivitas hingga kematian mendadak.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di NadiKabar.com.