Terdapat 10 perusahaan yang terdaftar di Singapura dan masuk dalam daftar pemeriksaan otoritas, yakni Asia Pulp & Paper Company, Asia Pulp & Paper Company (China), Bumitama Agri, Golden Agri International, First Resources, Indofood Agri Resources, Kencana Agri, TSH Global Plantation, TSH Overseas, dan Wilmar International.

Pada 23 Oktober, NEA mengirimkan pemberitahuan kepada perusahaan-perusahaan tersebut untuk meminta informasi mengenai kegiatan operasional dan potensi keterkaitannya dengan kabut asap. Mereka diwajibkan menunjuk tenaga profesional dari panel yang telah disiapkan pemerintah.

Dalam proses pemeriksaan, setiap perusahaan diminta menunjuk satu tim yang terdiri dari firma investigasi serta firma hukum atau penasihat hukum dari panel.

Tim tersebut akan menilai kegiatan operasional, hubungan korporasi, dan rantai pasok masing-masing perusahaan.

Seluruh biaya pemeriksaan ditanggung oleh perusahaan yang bersangkutan. Setelah proses penilaian selesai, tim pemeriksa akan menyerahkan laporan evaluasi kepada NEA untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan apakah diperlukan tindakan lebih lanjut.

Pemerintah Singapura juga menunjuk Davinder Singh Chambers sebagai penasihat untuk mengoordinasikan penyelidikan lintas negara tersebut. Senior Counsel Davinder Singh akan memberikan masukan dan panduan khusus terkait pelaksanaan pemeriksaan.

Dalam pernyataan bersama pada Jumat, pemerintah menjelaskan Davinder Singh Chambers akan mengoordinasikan pekerjaan seluruh anggota panel.