Langkah tersebut bertujuan memastikan laporan evaluasi menjawab persoalan yang menjadi perhatian pemerintah serta memuat informasi dan bukti yang dibutuhkan NEA untuk melakukan penilaian.

Menteri Senior Singapura K Shanmugam sebelumnya menyebut tim pemeriksa dapat melibatkan pihak ketiga atau tenaga ahli lain untuk membantu proses penilaian. Salah satu keahlian yang mungkin dibutuhkan adalah analisis geospasial untuk memeriksa data titik panas (hotspot) dari citra satelit.

Salah satu perusahaan yang masuk dalam daftar pemeriksaan, Wilmar International, menyatakan telah memberi tahu NEA bahwa mereka akan menunjuk firma investigasi dan hukum dari panel yang dibentuk pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Wilmar melalui keterbukaan informasi kepada bursa pada Kamis (29/10) malam, sebelum pemerintah mengumumkan daftar lengkap anggota panel pemeriksa.

Wilmar bersama perusahaan-perusahaan lain yang masuk dalam daftar pemeriksaan sebelumnya telah menghadiri pertemuan tertutup dengan pemerintah Singapura pada Rabu (28/10).

Pertemuan tersebut dihadiri Shanmugam, Davinder Singh, Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong, serta Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu.

Singapura saat ini menghadapi kabut asap lintas batas dalam periode berkelanjutan terpanjang sejak krisis kabut asap 2015. Pemerintah pun berupaya mengidentifikasi perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan kebakaran lahan yang menyebabkan kabut asap di kawasan tersebut.