"Yang belum terbakar nanti kami pelan-pelan koordinasikan. Biar tahu lah yang pemilik tanahnya bahwa tanahnya dikontrakkan oleh orang," tutur Tantra.

Sebelumnya, Tantra mengungkap lahan di wilayah Banjar Margaya tersebut dimiliki oleh 12 orang. Tantra mengatakan belasan orang tersebut tidak satu pun yang merupakan warga asli Desa Pemecutan Kelod.

Tantra berencana memanggil kembali pemilik lahan tersebut. Pertemuan itu untuk membahas pemanfaatan lahan yang selama ini dijadikan sebagai gudang sampah hingga bedeng atau bangunan semipermanen.