Mulanya mahasiswa hanya diperbolehkan sampai di ujung Lawang Sewu. Namun, mahasiswa meminta agar bisa menyampaikan pernyataan sikap di depan Museum Mandala Bhakti.
Sekitar pukul 17.51 WIB, mahasiswa tiba di Tugu Muda, tepatnya di depan Museum Mandala Bhakti. Tak ada pemblokiran jalan, para pengendara tetap bisa berjalan tanpa macet di sisi jalan lainnya.
Mahasiswa yang mengenakan almamater Undip, UIN Walisongo, Unnes, USM, Unika, Udinus, Unwahas, dan almamater lainnya itu tampak menabur bunga di tengah jalan.
Setelah itu para mahasiswa itu menyampaikan pernyataan sikap di depan Tugu Muda. Ketua BEM Undip, Maajid, membacakan lima tuntutan yang dibawakan mahasiswa.
"Hari ini dalam momentum bulan kemerdekaan, Aliansi Mahasiswa Semarang Raya kembali turun ke jalan sebagai respons dari tingkah laku dari elit negara yang kian hari membawa arah bangsa ini menjauh dari cita-cita awal kemerdekaan. Sesuai yang tercantum pada amanat konstitusi itu sendiri," kata Maajid di depan Tugu Muda, Rabu (26/8/2026).
Ia mengatakan, lima tuntutan itu bertajuk 'Panca Tuntutan Rakyat' atau disingkat Pantura.
"Pertama, turunkan harga bahan pokok dan BBM. Dua, kembalikan TNI dan Polri ke fungsi utama. Tiga, evaluasi total program MBG dan hentikan program KDMP," ucapnya.
"Empat, kembalikan kepemilikan tanah ke rakyat dan rehabilitasi segera wilayah terdampak bencana. Lima, hentikan praktik KKN di lingkungan pemerintahan," lanjutnya.