Karina Ranau menegaskan selama berbulan-bulan telah berupaya kooperatif dan mematuhi seluruh tahapan hukum yang diarahkan kepolisian. Namun, ketidakpastian perkara yang tak kunjung rampung membuatnya merasa lelah secara psikis.

"Saya sudah semua mengikuti prosedur. Saya sudah mengikuti semua aturan. Saya sudah mencoba berjalan sendiri. Saya sudah mencoba menyerahkan kepada lawyer saya, tapi tetap saja maju-mundur," ujarnya.

Peristiwa kekerasan yang dialaminya itu diakui meninggalkan luka trauma yang sangat membekas. Meski sehari-hari tampak tegar mengurus usaha kulinernya, Karina mengaku kesehatan mentalnya terguncang hingga mengalami gangguan tidur.

"Tolonglah. Saya sudah mencoba untuk terlihat baik-baik saja. Setiap malam saya di warung, kerja. Setiap malam saya pulang enggak bisa tidur. Setiap malam sampai hari ini saya selalu harus minum obat. Saya harus minum obat supaya bisa tidur," lanjutnya dengan mata sembap.

Sebelum memasuki ruang pemeriksaan untuk berkonsultasi dengan penyidik, Karina melayangkan permohonan terbuka kepada jajaran kepolisian dan para pemangku kebijakan agar perkaranya segera diadili secara tuntas.