"Dhawuh Dalem terkait penyelenggaraan Garebeg masih sama. Kami menerima dhawuh untuk menyederhanakan prosesi Garebeg, dimulai dari Garebeg Besar kemarin sampai sekarang Mulud juga masih dengan konsep pembagian ubarampe pareden," jelasnya.
Meski demikian, suasana bulan Mulud tetap dihidupkan melalui rangkaian Hajad Dalem Sekaten. Sebelumnya, dua perangkat Gamelan Sekati, Kiai Guntur Madu dan Kiai Nagawilaga, menjalani prosesi Miyos Gangsa, ditabuh bergantian di Pagongan Masjid Gedhe, lalu dikembalikan ke Keraton pada Selasa (25/8) malam.
Rangkaian Sekaten juga memberi ruang bagi masyarakat untuk menyaksikan tabuhan Gamelan Sekati, penyebaran udhik-udhik, serta menikmati sajian dan kerajinan khas Sekaten. Di Bangsal Srimanganti, rengginang kemudian dibagikan kepada para abdi dalem.