Di sisi investor, OJK mencatat minat masyarakat untuk berinvestasi juga tetap terjaga yang tercermin dari pertumbuhan investor ritel hingga mencapai 33,46 juta investor.

Kendati demikian, pasar modal Indonesia masih terus mendapat evaluasi dari lembaga penyedia indeks global Morgan Stanley International Capital (MSCI).

Berdasarkan tinjauan Juni 2026, MSCI menilai aksesibilitas pasar modal Indonesia relatif baik dibandingkan negara pasar negara berkembang (Emerging Market) lainnya dengan mengantongi penilaian positif pada 16 dari 18 indikator.

MSCI juga mengapresiasi langkah reformasi transparansi dari OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), seperti keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen, kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC), serta rencana kenaikan free float minimum menjadi 15 persen.