Hal senada disampaikan anggota Paguyuban Pemulung Putri Cempo, Suparno (46). Dia meminta juga Pemprov Jateng datang langsung ke Solo karena menurutnya persoalan warga tidak cukup diselesaikan melalui audiensi.

"Kami meminta Pemprov ke sana. Sudah ke sana belum? Belum. Nanti dicoba saja, masuk ke sana," kata Suparno.

"Nggak harus DPR. Semua dari dinas apa pun boleh. Yang penting datang ke Solo dulu biar nyata, real-nya. Karena belum tahu Solo kok sudah buat keputusan, belum riil itu," lanjutnya.

Dia berharap, pemerintah memberikan kepastian waktu terkait tindak lanjut aduan warga. Ia meminta, Pemprov Jateng bisa mengakomodasi permintaan warga dalam waktu 1-2 bulan.

"Kalau dikasih keputusan seperti ini, terus kapan kita tahu hasilnya? Tolong itu kepastiannya ada. Jenengan minta waktu satu bulan ataupun dua bulan, nanti kita tanyakan lagi hasilnya kapan," katanya.

"Saya sudah bosan mendengar kata nanti kita usahakan, nanti kita pikirkan, nanti kita upayakan. Selalu tapi tidak ada hasilnya," lanjutnya

Ia mengaku sudah berusaha menyampaikan aspirasi kepada Pemkot Solo hingga DPRD Solo, akan tetapi hasil audiensi buntu. Justru warga mendapat jawaban yang tak diharapkan.

"Tanggapannya Pak Wali katanya kita iri karena sampahnya bersih. Lucu Pak Wali Kota ini, pemulungnya protes karena penghasilan mereka berkurang saja," tegasnya.

"Pemulung itu usianya sudah di atas 45 rata-rata. Memang benar Pak Wali Kota menawarkan dari Dinas Tenaga Kerja ada lowongan. Tapi usianya yang masih produktif, yang usia 45 tahun tidak bisa. Capek kita pendengar kata-kata nanti kita usahakan," imbuhnya.

Menanggapi itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Iwanuddin Iskandar, mengatakan persoalan di Putri Cempo merupakan kewenangan Pemkot Solo.

"Putri Cempo itu kewenangan pemerintah Solo. Tapi nanti akan dipertemukan oleh dewan. Setelahnya, mereka akan memohon, akan mengusulkan audiensi dengan sana," ucap Iwan.

"Harapannya nanti dari dewan akan memfasilitasi interaksi tim redaksi Putri Cempo, kemudian pabrik, dan pemerintah Kota Solo, dan kami," lanjutnya.